Kelas Belajar Bareng bersasama KKN 58 UTM

Setiap hari, setelah selesai sholat isya berjamaah di masjid Aermata, kami anggota KKN 58 UTM selalu membuka kelas belajar bersama. Tak banyak yang ikut sekitar 10an anak. Semangat mereka untuk bisa belajar sangatlah besar. Sebelum kami pulang dari masjidpun, mereka sudah terlihat ramai bermain di teras basecamp kkn 58 Buduran. Mereka senang bisa kami ajari berhitung menggunakan jari tangan pada matapelajaran Matematika. Anak-anak datang dari kelas yang berbeda-beda , ada yang dari kelas 1 sampai 6. Mata pelajaran yang mereka minta bantuan ke kami untuk mengajari yakni tentang tugas mereka  ada yang belajar matematika, ipa, bahasa madura, pendidikan agama islam.


Lomba Kemerdekaan RI Ke-72 Bersama KKN 58 UTM




        Dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI Ke 72, Kami KKN 58 UTM Beserta warga sekitar Desa Buduran menyelenggarakan kegiatan lomba Agustusan yang dilaksanakan pada hari Sabtu malam dan minggu pagi pada tanggal 5-6 Agustus 2017. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan melatih pengorbanan seorang pejuang bangsa. Pengorbanan waktu dan tenaga demi membela Negara.   
         Beberapa lomba yang disuguhkan yakni Lomba makan kerupuk, lomba balap karung dengan berjongkok menggunakan helm, goyang balon, lari kelereng, mengambil koin dalam tepung, dan Tarik Tambang.
               Lomba makan kerupuk mengingatkan kepada anak-anak agar kita selalu bersyukur dengan semua apapun yang kita makan. Karena dijaman dahulu kala untuk makan kerupuk pun harus menempuh proses yang lama dan tradisional. 
       Lomba Balap Karung disini mengajarkan kita untuk mengenang pengorbanan para pejuang terdahulu yang memakai pakaian dan alat perang seadanya. Walau dilihat memalukan acara balap karung dengan memakai helm ini sangat berkesan khususnya bagi para anak-anak yang mengikuti lomba tersebut. Lomba joget balon mengingatkan perjuangan untuk mempertahankan hidup dimasa penjajahan. Balon ibaratkan BOM yang akan menghantam apabila kita kalah dalam peperangan. 
Lomba lari kelereng mengajarkan keseimbangan dalam mempertahankan kehidupan. Lomba Ambil koin dalam tepung ibaratkan perjuangan hak untuk memperoleh gaji dari hasil kerja rodi di masa penjajahan. Walau raut putih seperti mumi pun. Para wajah anak-anak tetap ceria dalam tawa mengikuti lomba tersebut. Lomba Tarik Tambang ,melukiskan sebuah perebutan Kemerdekaan dari Penjajah kala itu. Keseruan dalam perlombaan menjadi suatu hal yang tak terlupakan bagi kami panitia lomba yang ikut menyelenggarakan kegiatan tersebut. Semoga di tahun depan acara kegiatan lomba agustusan tetap berlanjut seperti ini atau lebih baik dari hari ini.


lomba Tarik Tambang

                                                                                                https://youtu.be/iuSHxp4th84
Lomba Ambil Koin dalam tepung                                    Lomba lari kelereng

Komentar